Senin, 22 November 2010

PERAN ALAM DALAM KEPARIWISATAAN INDONESIA

By : Danus Lakburlawal

      Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki kekayaan alam dan hayati yang sangat beragam yang jika dikelola dengan tepat, kekayaan tersebut mampu diandalkan menjadi andalan perekonomian nasional. Kondisi agroklimat di wilayah Indonesia sangat sesuai untuk pengembangan komoditas tropis dan sebagian sub tropis pada ketinggian antara nol sampai ribuan meter di atas permukaan laut. Komoditas pertanian (mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan) dengan keragaman dan keunikannya yang bernilai tinggi serta diperkuat oleh kekayaan kultural yang sangat beragam mempunyai daya tarik kuat sebagai Wisata Agro. Keseluruhannya sangat berpeluang besar menjadi andalan dalam perekonomian Indonesia. 
       
       Peran alam dalam kepariwisataan adalah sangat besar dan penting. Hal tersebut dapat dilihat dari klasifikasi jenis obyek dan daya tarik dimana wisata alam menempati prosentase yang paling tinggi. Di Indonesia motivasi kunjungan wisata baik asing maupun domestik sebagian adalah karena sumber daya alam, sedangkan jumlah obyek dan daya tarik wisata untuk ini perlu ditingkatkan pengetahuan seluruh aparat yang bergerak dalam bidang pariwisata dengan pendidikan. Potensi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya itu dikembangkan dan dimanfaatkan secara lestari sumber daya alam dan ekosistemnya. Salah satu upaya konservasi yang telah ditempuh adalah  menetapkan sebagai kawasan didaratan maupun dilautan menjadi kawasan pelestarian alam. Salah satu fungsi kawasan pelestarian alam tersebut adalah sebagai wahan untuk pengembangan kepariwisataan dan rekreasi.

         Hal ini semakin dirasakan bahwa adanya kecendrungan manusia untuk kembali kealam, sebab manusia sudah mulai jenuh dengan kehidupan perkotaan yang sibuk oleh berbagai kegiatan. Akibatnya tempat-temapt rekrasi dialam terbuka yang sifatnya masih alami dan dapat memberi kenyamanan semakin banyak dikunjungi orang (wisatawan). Pada umumnya orang melakukan perjalanan wisata dengan maksud untuk mengurangi ketegangan otot dan syaraf yang dalam beberapa waktu telah dipergunakan untuk kesibukan sehari-hari.
 
        Untuk itu sangatlah penting konservasi alam terus dilakukan demi kelestarian potensi-potensi alam sehingga keseimbangan flora dan fauna terus terjaga.

Senin, 15 November 2010

Kolesterol di Kelopak Mata Diduga Tunjukkan Risiko Sakit Jantung

Los Angeles (ANTARA/Xinhua-OANA) - Penumpukan kolesterol di kelopak mata manusia dan sekitarnya mungkin menujuk kepada risiko lebih tinggi serangan jantung, penyakit pembuluh darah dan kematian dini.
Pernyataan pers American Heart Association (AHA), Senin menyebutkan penumpukan kolesterol di kelopak mata barangkali adalah penanda bagi risiko serangan jantung, tak peduli bagaimanapun profil kolesterol pasien.
Siaran pers tersebut --yang mengutip temuan penelitian oleh beberapa ilmuwan Denmark menyatakan separuh pasien dengan penumpukan semacam itu, kondisi yang disebut xanthelasmata, sesungguhnya memiliki tingkat kolesterol normal, katanya.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Mette Christoffersen dari Copenhagen University Hospital dan University of Copenhagen di Denmark, dan temuannya disajikan dalam pertemuan tahunan AHA yang sedang berlangsung di Chicago, Amerika Serikat, kata siaran pers itu.
Di dalam studi tersebut, para peneliti itu melacak kesehatan hampir 13.000 pasien yang diperiksa untuk mengetahui keberadaan penumpukan semacam itu di kelopak mata.
Para peneliti tersebut mendapati bahwa mereka yang memiliki kondisi itu memiliki tingkat risiko lebih tinggi untuk terserang sakit jantung dan serangan jantung saat mereka bertambah tua, dan angka kelangsungan hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang tak memiliki kondisi semacam itu.
Secara khusus xanthelasmata berkaitan dengan 51 persen risiko serangan jantung dan 40 persen risiko peningkatan sakit jantung ishemic. Resiko kematian juga naik sampai 17 persen di kalangan pasien semacam itu.
"Di masyarakat tempat faktor lain risiko sakit jantung dan pembuluh darah tak dapat diukur, keberadaan xanthelasmata mungkin bisa jadi petunjuk yang bermanfaat mengenai penyakit atherosclerotic (pengerasan pembuluh darah) yang mengancam," kata para penulis studi tersebut di dalam siaran pers itu.

Eropa Makin Banyak Kaji Islam Indonesia

 By: Danus Lakburlawal

Dilansir dari Kantor Berita ANTARA - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa saat ini semakin banyak perguruan tinggi di Eropa yang mendirikan kajian mengenai Islam di Indonesia karena mereka tertarik atas kehidupan beragamanya.
"Mereka menyadari Islam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, juga penting," kata Nur Kholis saat kuliah umum di Universitas Wina, Austria, Senin.
Nur Kholis bersama dengan Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Prof BS Mardiatmadja dan Direktur Institute for Study of Islamic Though and Civilization (Insist) Hamid Fahmi Zarkasyi berada di Austria untuk memberi kuliah umum di Universitas Wina dan Universitas Salzburg.
Mereka mengikuti kegiatan Kampanye Diplomatik Umum yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri.
Nur Kholis yang pernah belajar mengenai kajian Islam di Jerman dan mengambil S2 di Belanda itu mengatakan, kajian Islam di Indonesia antara lain ada di Jerman (Frankruf, Hamburg, Berlin, dan Bonn), Belanda, dan Inggris.
Nur Kholis mengatakan, mereka kagum dan merasa heran, Indonesia yang luas dan sangat beragam budaya serta agama tidak pernah bentrok seperti di Balkan. "Aman-aman saja. Mereka kagum," katanya.
Beberapa waktu lalu, katanya, Jerman merasa gagal membangun keanekaragaman padahal penduduknya hanya terdiri dari Jerman asli, Turki dan Yahudi.
Hal itu, katanya, karena Jerman merasa yang paling utama. "Nah Indonesia tidak mengalami hal ini. Kita saling menghargai satu sama lain," katanya.
Nur Kholis juga mengatakan, sejak dahulu kajian mengenai Islam di Eropa hanya tertuju pada kajian Islam Timur Tengah. Namun setelah melihat perkembangan yang ada mereka merasa perlu melihat Islam dari sisi yang lain. "Indonesia salah satunya," kata Nur Kholis.
Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara muslim yang besar namun angka konfliknya kecil.
Pada kesempatan itu Nur Kholis juga menggambarkan kondisi kehidupan antaragama di Indonesia. Ia mengakatan bahwa kehidupan antaragama di masa pascareformasi lebih baik dibanding masa orde baru.
Ia mengatakan, pada saat orde baru keberagaman dicoba untuk dieliminir.
Nur Kholis juga mengatakan, jikapun ada konflik di Indonesia maka itu bukan merupakan konflik antaragama. "Saya kira lebih banyak karena faktor lain," katanya.
Sebagai contoh kerusuhan di Sampit, Kalimantan, dan Poso (Sulawesi Tengah), katanya, bukanlah kerusuhan antaragama. Ia mengatakan kerusuhan di Sampit merupakan kerusuhan etnis.
Saat kunjungan Presiden Austria Heinz Fischer ke Indonesia 9 November, Indonesia dan Austria menandatangani perjanjian di bidang peningkatan kerja sama dialog antar umat beragama untuk mendorong hubungan kedua negara yang lebih baik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kerja sama itu dapat berbentuk pertukaran pelajar ataupun kunjungan pemuka agama dari kedua negara dalam upaya membentuk dialog antar penganut agama.
Sementara Presiden Fischer mengatakan, Austria telah mendorong adanya dialog antar umat beragama di dalam negeri mereka sebagai upaya untuk mendorong adanya rasa saling memahami.
"Hal tersebut kami kembangkan melalui kerja sama di bidang tersebut dengan negara lain, dan kami memilih

Minggu, 14 November 2010

TEKNOLOGI INFORMASI DI ERA GLOBALISASI

By : Danus Lakburlawal

Memasuki era globalisasi yang ditunjang oleh perkembangan yang pesat dari teknologi Informasi mampu menghasilkan suatu media yang mampu menembus batas fisik antara negara melalul dunia maya yang disebut dengan Internet. 

Internet atau internetworking tidak hanya mengelola data saja, tetapi memungkinkan kita bisa bercakap-cakap dan bertatap muka dengan seseorang (Useer Interface) yang jaraknya jauh, sehingga teknologi ini telah menghapus jarak ribuan kilometer antar bangsa hanya dalam hitungan detik saja.

Adanya teknologi informasi semacam internet sekarang ini juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu perkembangan teknologi informasi harus disikapi dengan sikap terbuka dan diterima dengan baik, walaupun diakui bahwa dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sekarang ini selain membawa dampak positif juga berdampak negatif bagi yang menyalagunakannya.

Tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi berarti tidak dapat bersaing. Selogan ini patut ditanamkan dalam diri kita. Untuk itu sepatutnya kita terus belajar mengetahui perkembangan teknologi informasi yang bergerak sangat pesat, karena untuk saat ini sampai kedepan, tanpa memiliki dasar IPTEK khususnya kemampuan dalam teknologi informasi maka orang tidak memiliki nilai jual dalam kompetisi di lingkungan kerja dan lemah dalam persaingan di dunia usaha.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Sebagai contoh di dunia perbankan, kita dapat mentrasfer uang untuk seseorang dalam hitungan detik saja atau kita dapat mangambil uang dari berbagai tempat di dunia tanpa harus datang ke bank dimana kita menabung dengan adanya sestem online.


Ditemukan, Embrio Dinosaurus Tertua di Dunia

By Muhammad Chandrataruna

VIVAnews - Sejumlah ahli paleontologi, atau disebut pula dengan ahli fosil, baru-baru ini mengidentifikasi embrio dinosaurus tertua di dunia. Hal itu dipaparkan di Journal of Vertebrate Paleontology.
Embrio yang jumlahnya lebih dari satu itu, ditemukan dalam telurnya dan masih terawat dengan baik. Diperkirakan usianya sesuai dengan jaman di mana dinosaurus masih berkeliaran, sekitar 190 juta tahun yang lampau.
Peneliti mengatakan, sampai saat ini, embrio tersebut adalah embrio tertua untuk vertebrata darat. Lalu, dinosaurus jenis apa yang memiliki embrio tertua itu?
Massospondylus, salah satu leluhur raksasa dari kelompok prosauropod, dinosaurus pemakan tumbuh-tumbuhan. Cukup mudah mengenali Sauropoda. Ia mempunyai empat kaki, berleher dan berekor panjang.
Profesor Robert Reisz dari University of Toronto Mississauga bersama beberapa rekannya adalah sang penemu embrio. Mereka menemukannya saat tengah menganalisis fosil telur yang ditemukan di Afrika Selatan. Ketika itu, Asisten Reisz, Diane Scott, langsung mengamatinya dengan mikroskop berkemampuan tinggi yang dikompilasi dengan ilustrasi.
"Saya yakin tidak ada orang lain yang melakukan pekerjaan ini sebelumnya," kata Reisz. Embrio yang ditemukan timnya masih terjaga baik dan memiliki rekonstruksi kerangka secara lengkap beserta anatominya secara rinci.
Dari temuan tersebut, embrio Massospandylus diketahui memiliki panjang nyaris delapan inci, berkaki empat, leher relatif panjang, besar kepalanya tak proporsional. Sebaliknya, fosil Massospandylus dewasa mempunyai panjang 16,5 kaki, kepalanya relatif kecil, berleher panjang, kemungkinan berjalan hanya dengan dua kakinya.
Dengan temuan ini, dapat disimpulkan sementara bahwa ketika embrio tersebut dewasa, leher dan tulang belakangnya tumbuh sangat cepat dibandingkan tungkai depan dan kepala mereka.
"Proyek ini membuka jendela baru tentang sejarah awal dan evolusi dinosaurus," ujar Reisz. "Prosauropod adalah dinosaurus pertama yang memiliki keanekaragaman secara luas. Mereka juga menjadi kelompok yang mudah tersebar, sehingga biologi mereka sangat menarik untuk diteliti karena mewakili awal kehidupan dinosaurus di jaman purba," kata tandasnya. (MSNBC)

Kamis, 04 November 2010

FENOMENA MELETUSNYA MERAPI

Fenomena meletusnya Merapi tentunya tidak terlepas dari usur-unsur spiritualisme yang tercipta dalam masyarakt jawa.  Masyarakat jawa percaya bahwa meletusnya salah satu gunung yang teraktif di dunia ini bukan saja merupakan fenomena alam, namun ada unsur spiritual yang terjadi akibat ulah manusia yang sengaja mengekspoitasi alam secara tidak berkesinambungan.

Banyak ahli spiritualisme yang selalu mengingat kita akan unsur spiritualisma meletusnya merapi yang tendai dengan munculnya awan berbentuk PETRUK yang dalam cerita pewayangan jawa kuno disebut sebgai yang berkuasa menjaga gunung merapi.

Namun para ahli meteologi mengatakan bahwa fenomena meletusnya gunung merapi adalah fenomena alam yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Hal ini menyebabkan banyak spikulasi pernyataan dan pemikiran manusia akan meletusnya merapi.