Los Angeles (ANTARA/Xinhua-OANA) - Penumpukan kolesterol di kelopak mata manusia dan sekitarnya mungkin menujuk kepada risiko lebih tinggi serangan jantung, penyakit pembuluh darah dan kematian dini.
Pernyataan pers American Heart Association (AHA), Senin menyebutkan penumpukan kolesterol di kelopak mata barangkali adalah penanda bagi risiko serangan jantung, tak peduli bagaimanapun profil kolesterol pasien.
Siaran pers tersebut --yang mengutip temuan penelitian oleh beberapa ilmuwan Denmark menyatakan separuh pasien dengan penumpukan semacam itu, kondisi yang disebut xanthelasmata, sesungguhnya memiliki tingkat kolesterol normal, katanya.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Mette Christoffersen dari Copenhagen University Hospital dan University of Copenhagen di Denmark, dan temuannya disajikan dalam pertemuan tahunan AHA yang sedang berlangsung di Chicago, Amerika Serikat, kata siaran pers itu.
Di dalam studi tersebut, para peneliti itu melacak kesehatan hampir 13.000 pasien yang diperiksa untuk mengetahui keberadaan penumpukan semacam itu di kelopak mata.
Para peneliti tersebut mendapati bahwa mereka yang memiliki kondisi itu memiliki tingkat risiko lebih tinggi untuk terserang sakit jantung dan serangan jantung saat mereka bertambah tua, dan angka kelangsungan hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang tak memiliki kondisi semacam itu.
Secara khusus xanthelasmata berkaitan dengan 51 persen risiko serangan jantung dan 40 persen risiko peningkatan sakit jantung ishemic. Resiko kematian juga naik sampai 17 persen di kalangan pasien semacam itu.
"Di masyarakat tempat faktor lain risiko sakit jantung dan pembuluh darah tak dapat diukur, keberadaan xanthelasmata mungkin bisa jadi petunjuk yang bermanfaat mengenai penyakit atherosclerotic (pengerasan pembuluh darah) yang mengancam," kata para penulis studi tersebut di dalam siaran pers itu.
Pernyataan pers American Heart Association (AHA), Senin menyebutkan penumpukan kolesterol di kelopak mata barangkali adalah penanda bagi risiko serangan jantung, tak peduli bagaimanapun profil kolesterol pasien.
Siaran pers tersebut --yang mengutip temuan penelitian oleh beberapa ilmuwan Denmark menyatakan separuh pasien dengan penumpukan semacam itu, kondisi yang disebut xanthelasmata, sesungguhnya memiliki tingkat kolesterol normal, katanya.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Mette Christoffersen dari Copenhagen University Hospital dan University of Copenhagen di Denmark, dan temuannya disajikan dalam pertemuan tahunan AHA yang sedang berlangsung di Chicago, Amerika Serikat, kata siaran pers itu.
Di dalam studi tersebut, para peneliti itu melacak kesehatan hampir 13.000 pasien yang diperiksa untuk mengetahui keberadaan penumpukan semacam itu di kelopak mata.
Para peneliti tersebut mendapati bahwa mereka yang memiliki kondisi itu memiliki tingkat risiko lebih tinggi untuk terserang sakit jantung dan serangan jantung saat mereka bertambah tua, dan angka kelangsungan hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang tak memiliki kondisi semacam itu.
Secara khusus xanthelasmata berkaitan dengan 51 persen risiko serangan jantung dan 40 persen risiko peningkatan sakit jantung ishemic. Resiko kematian juga naik sampai 17 persen di kalangan pasien semacam itu.
"Di masyarakat tempat faktor lain risiko sakit jantung dan pembuluh darah tak dapat diukur, keberadaan xanthelasmata mungkin bisa jadi petunjuk yang bermanfaat mengenai penyakit atherosclerotic (pengerasan pembuluh darah) yang mengancam," kata para penulis studi tersebut di dalam siaran pers itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar