Minggu, 14 November 2010

TEKNOLOGI INFORMASI DI ERA GLOBALISASI

By : Danus Lakburlawal

Memasuki era globalisasi yang ditunjang oleh perkembangan yang pesat dari teknologi Informasi mampu menghasilkan suatu media yang mampu menembus batas fisik antara negara melalul dunia maya yang disebut dengan Internet. 

Internet atau internetworking tidak hanya mengelola data saja, tetapi memungkinkan kita bisa bercakap-cakap dan bertatap muka dengan seseorang (Useer Interface) yang jaraknya jauh, sehingga teknologi ini telah menghapus jarak ribuan kilometer antar bangsa hanya dalam hitungan detik saja.

Adanya teknologi informasi semacam internet sekarang ini juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu perkembangan teknologi informasi harus disikapi dengan sikap terbuka dan diterima dengan baik, walaupun diakui bahwa dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sekarang ini selain membawa dampak positif juga berdampak negatif bagi yang menyalagunakannya.

Tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi berarti tidak dapat bersaing. Selogan ini patut ditanamkan dalam diri kita. Untuk itu sepatutnya kita terus belajar mengetahui perkembangan teknologi informasi yang bergerak sangat pesat, karena untuk saat ini sampai kedepan, tanpa memiliki dasar IPTEK khususnya kemampuan dalam teknologi informasi maka orang tidak memiliki nilai jual dalam kompetisi di lingkungan kerja dan lemah dalam persaingan di dunia usaha.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Sebagai contoh di dunia perbankan, kita dapat mentrasfer uang untuk seseorang dalam hitungan detik saja atau kita dapat mangambil uang dari berbagai tempat di dunia tanpa harus datang ke bank dimana kita menabung dengan adanya sestem online.


Ditemukan, Embrio Dinosaurus Tertua di Dunia

By Muhammad Chandrataruna

VIVAnews - Sejumlah ahli paleontologi, atau disebut pula dengan ahli fosil, baru-baru ini mengidentifikasi embrio dinosaurus tertua di dunia. Hal itu dipaparkan di Journal of Vertebrate Paleontology.
Embrio yang jumlahnya lebih dari satu itu, ditemukan dalam telurnya dan masih terawat dengan baik. Diperkirakan usianya sesuai dengan jaman di mana dinosaurus masih berkeliaran, sekitar 190 juta tahun yang lampau.
Peneliti mengatakan, sampai saat ini, embrio tersebut adalah embrio tertua untuk vertebrata darat. Lalu, dinosaurus jenis apa yang memiliki embrio tertua itu?
Massospondylus, salah satu leluhur raksasa dari kelompok prosauropod, dinosaurus pemakan tumbuh-tumbuhan. Cukup mudah mengenali Sauropoda. Ia mempunyai empat kaki, berleher dan berekor panjang.
Profesor Robert Reisz dari University of Toronto Mississauga bersama beberapa rekannya adalah sang penemu embrio. Mereka menemukannya saat tengah menganalisis fosil telur yang ditemukan di Afrika Selatan. Ketika itu, Asisten Reisz, Diane Scott, langsung mengamatinya dengan mikroskop berkemampuan tinggi yang dikompilasi dengan ilustrasi.
"Saya yakin tidak ada orang lain yang melakukan pekerjaan ini sebelumnya," kata Reisz. Embrio yang ditemukan timnya masih terjaga baik dan memiliki rekonstruksi kerangka secara lengkap beserta anatominya secara rinci.
Dari temuan tersebut, embrio Massospandylus diketahui memiliki panjang nyaris delapan inci, berkaki empat, leher relatif panjang, besar kepalanya tak proporsional. Sebaliknya, fosil Massospandylus dewasa mempunyai panjang 16,5 kaki, kepalanya relatif kecil, berleher panjang, kemungkinan berjalan hanya dengan dua kakinya.
Dengan temuan ini, dapat disimpulkan sementara bahwa ketika embrio tersebut dewasa, leher dan tulang belakangnya tumbuh sangat cepat dibandingkan tungkai depan dan kepala mereka.
"Proyek ini membuka jendela baru tentang sejarah awal dan evolusi dinosaurus," ujar Reisz. "Prosauropod adalah dinosaurus pertama yang memiliki keanekaragaman secara luas. Mereka juga menjadi kelompok yang mudah tersebar, sehingga biologi mereka sangat menarik untuk diteliti karena mewakili awal kehidupan dinosaurus di jaman purba," kata tandasnya. (MSNBC)